October 30th, 2006 by diansigit
Keisengan gw kumat. Setelah beberapa waktu lalu ngegambarin kamar anak2 dan kamar gw, sekarang ngeliat furnitur bekas jadi gatel. Tau kan meja belajar jaman kita dulu yang dari kayu jati dan mejanya bisa ditutup-buka gitu? Nah di rumah kita ada meja belajar dan lemari baju jadul warisan mertua yang udah jelek banget. Waduh, mau dibuang sayang euy, abis dari jati sih. Cuma kalo dipake buat anak2 kok gak keren amat yah. Tanya2 di Pikitra, ternyata ongkos memfurnish 1 meja belajar aja sampe 3 jeti, glekss… padahal mejanya udah dari kita looh. Akhirnya setelah baca2 di majalah idea, ternyata kita bisa ngerjain sendiri dengan bantuan tukang tentunya. Taraaaa…. jadi deh mejanya….. Jadi punya cita2 bikin toko furnitur anak neh he he…


Posted in My Self | 1 Comment »
September 16th, 2006 by diansigit
Soon Yi adalah seorang wanita yang selalu mengalami kepahitan hidup semenjak kecil. Ibunya meninggalkan dirinya pada umur 10 tahun demi kabur dengan lelaki lain meski adiknya masih balita.. Sementara ayahnya tak mampu untuk menghidupi keluarganya sehingga Soon Yi harus bekerja keras sedari muda. Adik perempuan satu-satunya, Yoon Yi ia biayai sehingga menjadi wanita karir yang sukses. Soon Yi pun menikah dengan teman kerjanya yang bernama Soon Moon.
Meski telah menikah, Soon Yi hidup sangat sederhana sehingga tidak pernah memperhatikan penampilannya. Baginya menabung sangatlah penting sehingga mereka bisa membeli apartemen yang bagus. Namun penampilannya yang sangat sederhana dan cenderung kampungan membuat suaminya tergoda wanita lain di tahun ke sepuluh perkawinannya. Mulailah badai kembali datang dalam hidupnya. Tak hanya suami, mertuanya pun ikut memusuhinya dan merestui hubungan anaknya dengan wanita lain. Puncaknya ketika Soon Moon meninggalkan rumah dan menceraikannya.
Di lain pihak, adiknya juga menjalani hubungan dengan pria yang sudah beristri. Pria itu tak lain adalah mantan kekasihnya yang telah meninggalkannya demi jabatan yang diperoleh dengan memperistri seorang wanita pewaris perusahaan besar. Namun setelah mendapati kenyataan bahwa pria itu tak mau meninggalkan istrinya, ia pun memilih mundur meski pria tersebut tetap mengejarnya.Akhirnya Yoon Yi malah bertemu dengan pria yang jauh lebih muda namun tulus mencintainya.
Tak lama setelah bercerai, Soon Yi mendapati dirinya terkena kanker ganas dan harus menjalani operasi. Operasi tersebut dijalaninya sendirian tanpa seorangpun yang mendampinginya. Sementara Soon Moon baru saja sadar bahwa ia telah ditipu dan kemudian ditinggalkan oleh wanita yang dipacarinya. Ketika ia kembali kerumah, justru ia mendapatkan surat wasiat dari Soon Yi yang memberitahu bahwa hidupnya tak lama lagi dan meninggalkan semua harta untuknya. Soon Moon menyesali kesalahannya dan berusaha menebusnya dengan merawat mati-matian Soon Yi yang divonis dokter umurnya hanya tinggal hitungan bulan.
Itu adalah masa yang paling sulit buat mereka berdua. Pada awalnya Soon Yi sangat depresi mendapati umurnya tinggal sebentar lagi. Namun dukungan Soon Moon dan YunYi yang besar membuatnya tegar dan berusaha mempersiapkan dan menikmati hari-hari terakhirnya dengan baik. Mereka kembali menikah dan menjalani bulan madu bersama anak-anak dan adiknya. Namun disaat kondisinya semakin kritis Soon Yi malah memilih menyepi dengan hanya ditemani Soon Moon. Ia tak ingin anak-anak dan keluarganya melihatnya dalam kondisi yang buruk. Sebelum meninggal, ia sempet merekam pesan terakhirnya kepada Soon Moon bahwa ia akan menunggunya di kehidupan selanjutnya.
Posted in Korean Drama Review | No Comments »
September 7th, 2006 by diansigit
Hasil corat-coret Bila kalo lagi mood….Enjoy…..!
Posted in Family and Kids Activities | 4 Comments »
August 28th, 2006 by diansigit


Terinspirasi dari foto2 milik dedengkot milis indobackpaker disini, akhirnya kami bersama keluarga besar berkesempatan mengunjungi kawah putih Ciwidey. Sebenarnya jalan terdekat dari Bandung adalah melalui pintu tol Kopo. Namun pertimbangan dari berbagai pihak yg menyebutkan jalur tersebut rawan macet, juga karena starting point kami dari daerah Dayeuh Kolot, maka kami memulai perjalanan dari pintu tol Buah Batu menuju Banjaran-Soreang-Ciwidey. Ternyata benar, jalur tersebut kami lalui tanpa hambatan sehingga 2 jam kemudian sampailah kami di Hotel Lembah Gembyang, hotel terakhir sebelum kawah.
Di tengah udara pagi yang menggigit kami bangun dan langsung berjalan-jalan menghirup udara segar. Ternyata hotel tersebut dikelilingi oleh kebun strawberry yang dilatar belakangi oleh Gunung Patuha. Bila, Faras dan sepupunya Fadil langsung mengambil keranjang dan mulai memetik strawberry yang kemudian akan ditimbang oleh penjualnya. Sesudah makan pagi dan mandi, kami check out dari hotel menuju ke tempat tujuan kami, kawah putih. Sekitar 10 menit perjalanan melewati hutan yang rindang, sampailah kami di pintu masuk kawah. Ternyata untuk menuju ke kawah kita harus naik lagi 2 km keatas dengan jalan yang sempit dan berkelak-kelok. Bagi yang datang dengan menumpang bis besar, dari tempat masuk disediakan semacam angkot yang akan mengantarkan penumpang sampai ke kawah.
Seperti di surga, itulah kata yang pertama kali saya ucapkan begitu melihat keindahan kawah yang luarbiasa. Danau kawah yang sangat tenang berwarna biru sangat muda kehijau2an, dengan dasarnya yang berwarna putih bercampur kuning. Disekeliling kawah terdapat tebing2 kapur yang tinggi dan rimbun oleh pepohonan. Melihatnya bagaikan sebuah batu permata yg sangat besar ada di tengah hutan. Tak heran saya menemukan beberapa pasang pengantin yang sedang mengambil foto disana.
Setelah puas berfoto ria, tak lama kami pun melanjutkan perjalanan menuju situ patenggang. Ternyata kami melewati perkebunan teh yang sangat luas dan indah. Keindahannya melebihi kebun teh di Puncak Bogor, mungkin karena tak begitu banyak mobil dan orang disana. Anak2 pun sangat senang berlarian diantara pohon-pohon teh sambil kami duduk2 dan beristirahat sebentar. Sedangkan kami tak sempat berlama-lama di danau karena kelelahan dan mengantuk. Meski banyak sekali pengunjung yang duduk2 menikmati keindahan danau dan sesekali terlihat beberapa perahu mengantarkan pengujung ke pulau kecil yang ada di tengah danau. Ternyata tak terlalu jauh dari Jakarta yang sumpek dan macet, kita sudah dapat menemukan surga alam yang tak terkira keindahannya.


Posted in Favorit Places | No Comments »
August 25th, 2006 by diansigit
Un So dan Cun So adalah dua kakak beradik yang saling menyayangi dari sebuah keluarga berada di sebuah desa nelayan. Namun kebersamaan mereka harus berakhir tatkala Un so diketahui bukanlah adik kandung sebenarnya, melainkan Sin Ei, seorang gadis kecil yang miskin. Mereka berdua adalah bayi yang tertukar di rumah sakit belasan tahun lalu. Akhirnya Un So dan Sin Ei pun terpaksa saling menukarkan diri kembali. Tak lama keluarga Cun So dan Sin E harus pergi ke Amerika mengikuti tugas ayahnya dan meninggalkan Un So yang tinggal dengan ibu dan kakak kandung dalam keadaan miskin dan tinggal berpindah-pindah di Korea.
Bertahun-tahun kemudian, Cun So dewasa kembali ke Korea dan menemui teman lamanya Han Te su, seorang pemilik hotel terkenal. Tak nyana Un So ternyata bekerja disana. Un So dan Cun So dipertemukan setelah mereka memendam kerinduan yang hebat selama bertahun-tahun. Pertemuan mereka di kala dewasa menimbulkan benih cinta bukan lagi sebagai kakak adik namun antara seorang perempuan dan laki2. Namun sayangnya mereka telah memiliki kekasih. Un So telah menerima cinta Han Tesu dan Cun So telah bertunangan dengan teman sekolahnya. Namun rindu yang sangat mendalam membuat Un So dan Cun So tak tahan untuk menjalin hubungan sebagai kekasih secara diam-diam.
Begitu mengetahui, Han Te Su dan tunangan Cun So tak menerima hal itu begitu saja. Meski kekasihnya telah berpaling, mereka berusaha agar Un So dan Cun So kembali pada mereka. Keluarganya pun marah besar begitu mengetahui adanya hubungan asmara diantara mereka. Cun So pun terpaksa kembali pada tunangannya setelah percobaan bunuh diri. Untuk melupakan cintanya pada Un So, mereka merencanakan kembali ke US dan tak akan pernah kembali ke Korea. Un So yang bersedih tetap teguh tak menerima cinta Han Tesu kembali meski dirinya telah sendiri.
Tak lama, Un So baru menyadari dirinya terkena leukimia dan divonis dokter bahwa umurnya tinggal sebentar. Tak sengaja Han Tesu mengetahui dan memohonnya agar diperbolehkan mengupayakan pengobatan. Diam-diam Te Su membawanya ke rumah sakit terkenal dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Namun di saat operasinya hampir terlaksana, Un So malah jatuh tak sadarkan diri dan sudah terlambat untuk menolongnya. Te Su segera menghubungi Cun So dan memintanya untuk membahagiakan Un So di saat terakhir. Akhirnya mereka berdua tinggal bersama di rumah pantai tempat kenangan mereka, hingga Un So menghembuskan nafas terakhir dalam gendongannya. Setelah acara penguburan selesai, Cun So mencoba berjalan-jalan ke desa tempat mereka tinggal dahulu. Sekejap sebuah truk menabraknya dan membawa Cun So pergi menemui kekasih hatinya.
Posted in Korean Drama Review | No Comments »
June 29th, 2006 by diansigit
Sabtu kemaren kami sekeluarga pergi melihat-lihat kapal tradisional Swedia yang sedang berlabuh di Tanjung Priuk. Kapal Gotheberg ini merupakan replika dari kapal dagang yang dibuat pada abad 18 di Stockholm. Pada masa itu, kapal ini berlayar dari Goteberg menuju Spanyol - Brazil - Afrika Selatan - Australia - Jakarta menuju ke China dengan tujuan perdagangan. Perjalanan kembali ke Goteborg dilakukan melalui terusan Suez. Setelah berlayar ke China sebanyak 3 kali dalam 36 bulan, akhirnya kapal ini tenggelam saat mendekati pelabuhan Gothenburg Swedia.
Setelah 250 tahun berlalu, dibangunlah kapal yang menyerupai kapal Gotheberg. Kapal ini dibangun mengikuti metode tradisional dan bahan yang sama dipakai pada abad 18. Paku, balok, layar, tali temali dan tambang dibuat secara manual. Tak heran waktu yang dibutuhkan untu membuat kapal ini adalah selama 10 tahun. Kemudian dilakukan napak tilas menelusuri jalur pelayaran yang sama dengan tujuan membawa bendera industri dan kebudayaan Swedia. Di tiap persinggahan, kapal berlabuh selama 10 hari dan terbuka untuk umum. Hingga kini, sudah 250 ribu orang yang datang dari tiap negara persinggahan untuk melihat kapal kuno tersebut.

Posted in Favorit Places | 1 Comment »
June 14th, 2006 by diansigit
Suatu hari kakak iparku telepon, "Tadi aku ditelepon bude Ana, katanya mo ngadain arisan di Marbella Anyer, tgl 9-10 Juni. Kalo mau pesen kamar lewat Roni aja…" Wah asik neh, arisan di Anyer kedengarannya lucu… akhirnya aku pesen 1 kamar lewat SMS ke Roni, menantunya bude Ana tanpa tanya2 lebih lanjut. Tapi ternyata kakak iparku gak bisa nginep disana, mereka bakalan pp aja di hari minggunya. Ya sud deh, ntar anaknya aja yang kita bawa nginep, itung2 nemenin Bila…
Seminggu sebelumnya aku udah ngasih tau Bila kalo mau nginep di Anyer. Pertamanya sih Bila nggak mau, maklum dia kan harus ‘tidur’ di kamarnya sendiri. Tapi begitu besoknya aku belikan seperangkat mainan untuk bermain pasir, dia mulai suka. Apalagi pas diceritain kalo bisa mencari kerang2an dan membuat istana pasir, dia malah semangat. Tiap hari kerjanya menghitung hari, wah tinggal 3 hari lagi nih ke Anyer. Apalagi begitu 1 malam sebelumnya, dia malah gak bisa tidur!
Begitu hari H, mbak Nem udah siap2 masak nasi uduk beserta teman2nya. Namun adaaa aja kejadian yg bikin kita gak bisa berangkat pagi2. Dari Faras yg tiba2 kena alergi hari sebelumnya, mobil yang harus dibetulkan ACnya dulu sampe pompa yang tiba2 korslet dan harus dibetulkan saat itu juga. Akhirnya kita jadi berangkat jam 13.30 dengan terlebih dulu ke rumah kakak ipar untuk menjemput anaknya.
Sampe sana gak lama Ima kita bawa serta. Tapi tiba2 kriiiinggg hp ku bunyi, ternyata dari sepupu. "Halo mbak Itje, aku belum sampe nih, masih di Jakarta, tunggu ya bentar lagi…." dengan PDnya aku berkata. Tapi apa jawabannya?? " Haa pergi kemana Dian, ke Anyer ya. Kan tgl 9-10 Juli…?????" Whaaaaaattt…gubraakkkssss….. pingsan deh.
Posted in My Self | 3 Comments »
June 13th, 2006 by diansigit
Akibat Gempa Yogya, mendadak mbak Nem harus pulang kampung. Jadi gitu deh, gak sempet cuti, mana kerjaan lagi banyak2nya lagee. Terpaksa deh, anak2 dibawa ke kantor.
Hari pertama Selasa, Mama ke kantor rada siangan dengan membawa rombongan sirkus…. eng ing eenngg….. Anak2 masih malu2, gak mau jauh2 dari mamanya. Kakak dan adik asyik menggambar diatas kertas sambil sekali2 berebut crayon. Saat makan siang, temen mama ngajakin ke Plaza Senayan. Wah kakak ternyata suka loh sama burgernya, sementara adik makan french fries. Satu hari selameet….
Hari kedua, anak2 udah mulai tebiasa dengan suasana kantor. Jadi, gak ada lagi tuh malu2. Lari2an, teriak2 sampe berantem pun udah dilakonin. Untung temen2 kantor mama baik2 he..he.. Makan siang ke karjong membawa hasil baju dan mainan … yuhuuu…. Tapi gawat, tiba2 mama harus ke Indosat, waduh gimana ye, masak bawa rombongan sirkus seh ke kantor orang? Alhamdulillah ternyata papa sudah selesai meeting dan bersedia ikut kesana. Jadi sementara mama masuk, papa nungguin anak2 diluar. Hari kedua survive….
Hari ketiga untungnya papa masuk siang, jadi anak2 di rumah dulu sama papa. Tapi sekitar jam setengah dua papa nganterin anak2 ke kantor mama. Waduh, tapi Bila abis itu les bhs Inggris neh, gimana ya? Pssttt akhirnya mama cabut dari kantor loh, untung kerjanya di alcatel…. kekekekekss
Hari keempat, yihaaa. … anak2 dititipin ke rumah nenek deh. Akhirnya mama bebas dari kintilan unyil2 di kantor he..he.. Eh tapi asik juga looh ngantor kalo bisa bawa anak, jadi pusat perhatian semua orang. Gimana nggak, wong teriakannya aja bisa kedengeran ama 1 lantai
Ini loh hasil karya Bila selama ikutan ngantor….
Posted in Family and Kids Activities | 7 Comments »
June 12th, 2006 by diansigit
Ho Jung, Cha hee dan Soo Ji adalah tiga sahabat yang tinggal dilingkungan yang sama. Ho Jung adalah seorang gadis cantik dan baik hati, yang hidup serba pas-pasan dan harus beerja keras demi membantu orang tuanya. Cha Hee adalah seorang pramugari yang hobi gonta-ganti pacar akibat sakit hati karena ayahnya meninggalkan ibunya. Sedang Soo Ji yang kutu buku dan polos adalah anak seorang dokter yang kaya raya.
Ho Jung bersahabat baik dengan seorang Kyo In dan diam-diam saling mencintai. Namun selalu saja ada orang ketiga diantara mereka yang membuat hubungan mereka hanya sebatas sahabat. Ho Jung pernah menjalin hubungan dengan lelaki psikopat yang sangat pencemburu dan akhirnya gagal. Tak lama Cha Hee mengejar Kyo In namun tak sanggup melumerkan hati Kyo In yang keburu tertambat Ho Jung. Antara Ho Jung dan Kyo In pun tak terjalin komunikasi yang baik sehingga mereka tak pernah mengetahui perasaannya masing2. Sampai akhirnya Kyo In harus pergi wamil dan menghilang selama 3 tahun.
Sementara Soo Ji yang kutu buku pada awalnya selalu diledek oleh adik Ho Jung yakni Ho Jae, seorang playboy pengangguran. Lama-lama sang playboy pun jatuh hati ke pelukan Soo Ji yang polos dan baik hati, meski kedua orangtua menentang habis-habisan. Mereka pun harus berpisah tatkala Ho Jae mengikuti wamil.
Sekembalinya dari wamil, Ho Jae tetap melanjutkan hubungannya dengan Soo Ji namun memiliki banyak masalah yang harus dihadapi. Semuanya bermula dari Soo Ji yang sudah menjadi seorang dokter gigi sedangkan Ho Jae masih menganggur. Sedangkan hubungan Ho Jung pun tak ada kemajuan meski dia tetap menunggu Kyo In menyatakan perasaannya.
Tak lama Kyo In bekerja di perusahaan advertising dimana bossnya, Gun Woo mencintai Ho Jung habis2an. Gun Woo malah menjadikan Kyo In sebagai teman curhatnya. Karena merasa tak enak, Ho Jung pun menolak Gun Woo dan berkata bahwa ia mencintai Kyo In. Mengetahui hal itu, Kyo In pun tak melepas kesempatan untuk menjalin kasih dengan Ho Jung meski harus mengkhianati bossnya. Kejatuhan keluarga Ho Jung kedalam jeratan hutang membuat Gun Woo mengambil kesempatan untuk menolongnya dan mendekatinya kembali. Meski sempat terpaksa membalas budi dengan menerima cinta Gun Woo, Ho Jung tak sanggup lagi membohongi dirinya lebih lama. Ia memutuskan kembali pada Kyo In meski saat itu mereka sudah sama sekali tak berhubungan.
Sedang Soo Ji yang sedang dalam kebimbangan hubungannya dengan Ho Jae, akhirnya menerima perjodohan yang dilakukan orangtuanya dengan seorang dokter. Namun di hari pertunangan, mendadak Ho Jae menelepon dan memohon agar Soo Ji membatalkannya. Tak pikir panjang, Soo Ji pun lari dan memutuskan tinggal bersama Ho Jae, meski masih menganggur. Karena terpaksa, akhirnya Ho Jae mulai belajar bertanggung jawab dan mengerjakan pekerjaan apa saja demi menghidupi Soo Ji. Lama lama dia dikenal sebagai bintang iklan yang laris dan berhasil membuktikan keberhasilannya kepada kedua orang tua Soo Ji. Akhirnya mereka pun menikah dengan direstui kedua orang tua.
Posted in Korean Drama Review | No Comments »
May 9th, 2006 by diansigit
Tanggal 22 April 2006, di sekolah Bila di adakan acara Hari Kartini. Pagi-pagi sekali Bila sudah dirias dan didandani dengan baju bodo. Tak lama kami berangkat ke sekolah diantar Faras dan Mba Nem, papa datang menyusul kemudian. Wah ternyata sekolah sudah di hiasi dengan panggung kecil dan bangku2 yang tersusun rapi. Juga dipajang berbagai karya hasil les melukis anak2. Psst lukisan Bila juga ada looohh…
Setelah foto2, acara pun dimulai dengan menyayikan lagu Ibu Kartini bersama-sama. Anak-anak yang sudah berdandan cantik dipanggil satu-persatu untuk memperagakan busana daerah yang dikenakannya di atas panggung. Hampir 50% anak2 memakai pakaian adat Jawa. Wah untung Bila gak jadi pake baju jawa. Lucu-lucu deh ngeliat anak piyik2 gitu berdandan ala putri keraton dan memperagakan busana. Alhamdulillah Bila juga berani dan tenang sewaktu di panggung. Setelah peragaan busana selesai, dilanjutkan dengan demontrasi anak2 yang mengikuti les sempoa, juga diikuti dengan tarian bebek. Kali ini Bila manggung lagi loh, menari bebek dengan 4 orang temannya.
Tak lama diumumkan pemenang lomba peragaan busana. Yaa Bila nggak dapet nomor :-(. Ga pa pa ya nak, yang penting kamu sudah berani maju ke atas panggung. Tapi, ternyata ada hadiah hiburannya loh, sebuah jam tangan bergambar dora! Wow, terimakasih Bu Guru…
Seminggu kemudian, Bila ikut kegiatan menari di acara Kartini-an TK-SD se Cipete Utara di SD Perla. Kali ini peserta-nya jauh lebih banyak, maklum dari berbagai TK dan SD. Kali ini kostumnya diganti dengan baju plus selendang putih2 dan diberi hiasan kepala bebek. Wow, anak mama sudah berani tampil dimana mana niiih…


Posted in Family and Kids Activities | No Comments »