Archive for August, 2006

Ciwidey

Monday, August 28th, 2006

Kebun_2Kawah_1Situ_1 Terinspirasi dari foto2 milik dedengkot milis indobackpaker disini, akhirnya kami bersama keluarga besar berkesempatan mengunjungi kawah putih Ciwidey. Sebenarnya jalan terdekat dari Bandung adalah melalui pintu tol Kopo. Namun pertimbangan dari berbagai pihak yg menyebutkan jalur tersebut rawan macet, juga karena starting point kami dari daerah Dayeuh Kolot, maka kami memulai perjalanan dari pintu tol Buah Batu menuju Banjaran-Soreang-Ciwidey. Ternyata benar, jalur tersebut kami lalui tanpa hambatan sehingga 2 jam kemudian sampailah kami di Hotel Lembah Gembyang, hotel terakhir sebelum kawah.

Di tengah udara pagi yang menggigit kami bangun dan langsung berjalan-jalan menghirup udara segar. Ternyata hotel tersebut dikelilingi oleh kebun strawberry yang dilatar belakangi oleh Gunung Patuha. Bila, Faras dan sepupunya Fadil langsung mengambil keranjang dan mulai memetik strawberry yang kemudian akan ditimbang oleh penjualnya. Sesudah makan pagi dan mandi, kami check out dari hotel menuju ke tempat tujuan kami, kawah putih.  Sekitar 10 menit perjalanan melewati hutan yang rindang, sampailah kami di pintu masuk kawah. Ternyata untuk menuju ke kawah kita harus naik lagi 2 km keatas dengan jalan yang sempit dan berkelak-kelok. Bagi yang datang dengan menumpang bis besar, dari tempat masuk disediakan semacam angkot yang akan mengantarkan penumpang sampai ke kawah.

Seperti di surga, itulah kata yang pertama kali saya ucapkan begitu melihat keindahan kawah yang luarbiasa. Danau kawah yang sangat tenang berwarna biru sangat muda kehijau2an, dengan dasarnya yang berwarna putih bercampur kuning. Disekeliling kawah terdapat tebing2 kapur yang tinggi dan rimbun oleh pepohonan. Melihatnya bagaikan sebuah batu permata yg sangat besar ada di tengah hutan. Tak heran saya menemukan beberapa pasang pengantin yang sedang mengambil foto disana.

Setelah puas berfoto ria, tak lama kami pun melanjutkan perjalanan menuju situ patenggang. Ternyata kami melewati perkebunan teh yang sangat luas dan indah. Keindahannya melebihi kebun teh di Puncak Bogor, mungkin karena tak begitu banyak mobil dan orang disana. Anak2 pun sangat senang berlarian diantara pohon-pohon teh sambil kami duduk2 dan beristirahat sebentar. Sedangkan kami tak sempat berlama-lama di danau karena kelelahan dan mengantuk. Meski banyak sekali  pengunjung yang duduk2 menikmati keindahan danau dan sesekali terlihat beberapa perahu mengantarkan pengujung ke pulau kecil yang ada di tengah danau. Ternyata tak terlalu jauh dari Jakarta yang sumpek dan macet, kita sudah dapat menemukan surga alam yang tak terkira keindahannya.

Petik_1

B4Teh

Endless Love

Friday, August 25th, 2006

Un So dan Cun So adalah dua kakak beradik yang saling menyayangi dari sebuah keluarga berada di sebuah desa nelayan. Namun kebersamaan mereka harus berakhir tatkala Un so diketahui bukanlah adik kandung sebenarnya, melainkan Sin Ei, seorang gadis kecil yang miskin. Mereka berdua adalah bayi yang tertukar di rumah sakit belasan tahun lalu. Akhirnya Un So dan Sin Ei pun terpaksa saling menukarkan diri kembali. Tak lama keluarga Cun So dan Sin E harus pergi ke Amerika mengikuti tugas ayahnya dan meninggalkan Un So yang tinggal dengan ibu dan kakak kandung dalam keadaan miskin dan tinggal berpindah-pindah di Korea.

Bertahun-tahun kemudian, Cun So dewasa kembali ke Korea dan menemui teman lamanya Han Te su, seorang pemilik hotel terkenal. Tak nyana Un So ternyata bekerja disana. Un So dan Cun So dipertemukan setelah mereka memendam kerinduan yang hebat selama bertahun-tahun. Pertemuan mereka di kala dewasa menimbulkan benih cinta bukan lagi sebagai kakak adik namun antara seorang perempuan dan laki2. Namun sayangnya mereka telah memiliki kekasih. Un So telah menerima cinta Han Tesu  dan Cun So telah bertunangan dengan teman sekolahnya. Namun rindu yang sangat mendalam membuat Un So dan Cun So tak tahan untuk menjalin hubungan sebagai kekasih secara diam-diam.

Begitu mengetahui, Han Te Su dan tunangan Cun So tak menerima hal itu begitu saja. Meski kekasihnya telah berpaling, mereka berusaha agar Un So dan Cun So kembali pada mereka. Keluarganya pun marah besar begitu mengetahui adanya hubungan asmara diantara mereka. Cun So pun terpaksa kembali pada tunangannya setelah percobaan bunuh diri. Untuk melupakan cintanya pada Un So, mereka merencanakan kembali ke US dan tak akan pernah kembali ke Korea. Un So yang bersedih tetap teguh tak menerima cinta Han Tesu kembali meski dirinya telah sendiri.

Tak lama, Un So baru menyadari dirinya terkena leukimia dan divonis dokter bahwa umurnya tinggal sebentar. Tak sengaja Han Tesu mengetahui dan memohonnya agar diperbolehkan mengupayakan pengobatan. Diam-diam Te Su membawanya ke rumah sakit terkenal dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Namun di saat operasinya hampir terlaksana, Un So malah jatuh tak sadarkan diri dan sudah terlambat untuk menolongnya. Te Su segera menghubungi Cun So dan memintanya untuk membahagiakan Un So di saat terakhir. Akhirnya mereka berdua tinggal bersama di rumah pantai tempat kenangan mereka, hingga Un So menghembuskan nafas terakhir dalam gendongannya. Setelah acara penguburan selesai, Cun So mencoba berjalan-jalan ke desa tempat mereka tinggal dahulu. Sekejap sebuah truk menabraknya dan membawa Cun So pergi menemui kekasih hatinya.