Archive for June, 2006

Kapal Gotheberg

Thursday, June 29th, 2006

ScanSabtu kemaren kami sekeluarga pergi melihat-lihat kapal tradisional Swedia yang sedang berlabuh di Tanjung Priuk. Kapal Gotheberg ini merupakan replika dari kapal dagang yang dibuat pada abad 18 di Stockholm. Pada masa itu, kapal ini berlayar dari Goteberg menuju Spanyol - Brazil - Afrika Selatan - Australia - Jakarta menuju ke China dengan tujuan perdagangan. Perjalanan kembali ke Goteborg dilakukan melalui terusan Suez. Setelah berlayar ke China sebanyak 3 kali dalam 36 bulan, akhirnya kapal ini tenggelam saat mendekati pelabuhan Gothenburg Swedia.

Setelah 250 tahun berlalu, dibangunlah kapal yang menyerupai kapal Gotheberg. Kapal ini dibangun mengikuti metode tradisional dan bahan yang sama  dipakai pada abad 18. Paku, balok, layar, tali temali dan tambang dibuat secara manual. Tak heran waktu yang dibutuhkan untu membuat kapal ini adalah selama 10 tahun. Kemudian dilakukan napak tilas  menelusuri jalur pelayaran yang sama dengan tujuan membawa bendera industri dan kebudayaan Swedia.  Di tiap persinggahan, kapal berlabuh selama 10 hari dan terbuka untuk umum. Hingga kini, sudah 250 ribu orang yang datang dari tiap negara persinggahan untuk melihat kapal kuno tersebut.

100_0041100_0029

Kebodohan yang menggelikan

Wednesday, June 14th, 2006

Suatu hari kakak iparku telepon, "Tadi aku ditelepon bude Ana, katanya mo ngadain arisan di Marbella Anyer, tgl 9-10 Juni. Kalo mau pesen kamar lewat Roni aja…" Wah asik neh, arisan di Anyer kedengarannya lucu… akhirnya aku pesen 1 kamar lewat SMS ke Roni, menantunya bude Ana tanpa tanya2 lebih lanjut. Tapi ternyata kakak iparku gak bisa nginep disana, mereka bakalan pp aja di hari minggunya. Ya sud deh, ntar anaknya aja yang kita bawa nginep, itung2 nemenin Bila…

Seminggu sebelumnya aku udah ngasih tau Bila kalo mau nginep di Anyer. Pertamanya sih Bila nggak mau, maklum dia kan harus ‘tidur’ di kamarnya sendiri. Tapi begitu besoknya aku belikan seperangkat mainan untuk bermain pasir, dia mulai suka. Apalagi pas diceritain kalo bisa mencari kerang2an dan membuat istana pasir, dia malah semangat. Tiap hari kerjanya menghitung hari, wah tinggal 3 hari lagi nih ke Anyer. Apalagi begitu 1 malam sebelumnya, dia malah gak bisa tidur!

Begitu hari H, mbak Nem udah siap2 masak nasi uduk beserta teman2nya. Namun adaaa aja kejadian yg bikin kita gak bisa berangkat pagi2. Dari Faras yg tiba2 kena alergi hari sebelumnya, mobil yang harus dibetulkan ACnya dulu sampe pompa yang tiba2 korslet dan harus dibetulkan saat itu juga. Akhirnya kita jadi berangkat jam 13.30 dengan terlebih dulu ke rumah kakak ipar untuk menjemput anaknya.

Sampe sana gak lama Ima kita bawa serta. Tapi tiba2 kriiiinggg hp ku bunyi, ternyata dari sepupu. "Halo mbak Itje, aku belum sampe nih, masih di Jakarta, tunggu ya bentar lagi…." dengan PDnya aku berkata. Tapi apa jawabannya?? " Haa pergi kemana Dian, ke Anyer ya. Kan tgl 9-10 Juli…?????" Whaaaaaattt…gubraakkkssss….. pingsan deh.

Ngantor Bareng Rombongan Sirkus

Tuesday, June 13th, 2006

100_0018_1 Akibat Gempa Yogya, mendadak mbak Nem harus pulang kampung. Jadi gitu deh, gak sempet cuti, mana kerjaan lagi banyak2nya lagee. Terpaksa deh, anak2 dibawa ke kantor.

Hari pertama Selasa, Mama ke kantor rada siangan dengan membawa rombongan sirkus…. eng ing eenngg….. Anak2 masih malu2, gak mau jauh2 dari mamanya. Kakak dan adik asyik menggambar diatas kertas sambil sekali2 berebut crayon. Saat makan siang, temen mama ngajakin ke Plaza Senayan. Wah kakak ternyata suka loh sama burgernya, sementara adik makan french fries. Satu hari selameet….

Hari kedua, anak2 udah mulai tebiasa dengan suasana kantor. Jadi, gak ada lagi tuh malu2. Lari2an, teriak2 sampe berantem pun udah dilakonin. Untung temen2 kantor mama baik2 he..he.. Makan siang ke karjong membawa  hasil baju dan mainan … yuhuuu…. Tapi gawat, tiba2 mama harus ke Indosat, waduh gimana ye, masak bawa rombongan sirkus seh ke kantor orang? Alhamdulillah ternyata papa sudah selesai meeting dan bersedia ikut kesana. Jadi sementara mama masuk, papa nungguin anak2 diluar. Hari kedua survive….

Hari ketiga untungnya papa masuk siang, jadi anak2 di rumah dulu sama papa. Tapi sekitar jam setengah dua papa nganterin anak2 ke kantor mama. Waduh, tapi Bila abis itu les bhs Inggris neh, gimana ya? Pssttt akhirnya mama cabut dari kantor loh, untung kerjanya di alcatel…. kekekekekss

Hari keempat, yihaaa. … anak2 dititipin ke rumah nenek deh. Akhirnya mama bebas dari kintilan unyil2 di kantor he..he.. Eh tapi asik juga looh ngantor kalo bisa bawa anak, jadi pusat perhatian semua orang. Gimana nggak, wong teriakannya aja bisa kedengeran ama 1 lantai ;-)

Ini loh hasil karya Bila selama ikutan ngantor….

Gbrbila1

Korean Drama (unknown title)

Monday, June 12th, 2006

Ho Jung, Cha hee dan Soo Ji adalah tiga sahabat yang tinggal dilingkungan yang sama. Ho Jung adalah seorang gadis cantik dan baik hati, yang hidup serba pas-pasan dan harus beerja keras demi membantu orang tuanya. Cha Hee adalah seorang pramugari yang hobi gonta-ganti pacar akibat sakit hati karena ayahnya meninggalkan ibunya. Sedang Soo Ji yang kutu buku dan polos adalah anak seorang dokter yang kaya raya.

Ho Jung bersahabat baik dengan seorang Kyo In dan diam-diam saling mencintai. Namun selalu saja ada orang ketiga diantara mereka yang membuat hubungan mereka hanya sebatas sahabat. Ho Jung pernah menjalin hubungan dengan lelaki psikopat yang sangat pencemburu dan akhirnya gagal. Tak lama Cha Hee mengejar Kyo In namun tak sanggup melumerkan hati Kyo In yang keburu tertambat Ho Jung. Antara Ho Jung dan Kyo In pun tak terjalin komunikasi yang baik sehingga mereka tak pernah mengetahui perasaannya masing2. Sampai akhirnya Kyo In harus pergi wamil dan menghilang selama 3 tahun.

Sementara Soo Ji yang kutu buku pada awalnya selalu diledek oleh adik Ho Jung yakni Ho Jae, seorang playboy pengangguran. Lama-lama sang playboy pun jatuh hati ke pelukan Soo Ji yang polos dan baik hati, meski kedua orangtua menentang habis-habisan. Mereka pun harus berpisah tatkala Ho Jae mengikuti wamil.

Sekembalinya dari wamil, Ho Jae tetap melanjutkan hubungannya dengan Soo Ji namun memiliki banyak masalah yang harus dihadapi. Semuanya bermula dari Soo Ji yang sudah menjadi seorang dokter gigi sedangkan Ho Jae masih menganggur. Sedangkan hubungan Ho Jung pun tak ada kemajuan meski dia tetap menunggu Kyo In menyatakan perasaannya.

Tak lama Kyo In bekerja di perusahaan advertising dimana bossnya, Gun Woo mencintai Ho Jung habis2an. Gun Woo malah menjadikan Kyo In sebagai teman curhatnya. Karena merasa tak enak, Ho Jung pun menolak Gun Woo dan berkata bahwa ia mencintai Kyo In. Mengetahui hal itu, Kyo In pun tak melepas kesempatan untuk menjalin kasih dengan Ho Jung meski harus mengkhianati bossnya. Kejatuhan keluarga Ho Jung kedalam jeratan hutang membuat Gun Woo mengambil kesempatan untuk menolongnya dan mendekatinya kembali. Meski sempat terpaksa membalas budi dengan menerima cinta Gun Woo, Ho Jung tak sanggup lagi membohongi dirinya lebih lama. Ia memutuskan kembali pada Kyo In meski saat itu mereka sudah sama sekali tak berhubungan.

Sedang Soo Ji yang sedang dalam kebimbangan hubungannya dengan Ho Jae, akhirnya menerima perjodohan yang dilakukan orangtuanya dengan seorang dokter. Namun di hari pertunangan, mendadak Ho Jae menelepon dan memohon agar Soo Ji membatalkannya. Tak pikir panjang, Soo Ji pun lari dan memutuskan tinggal bersama Ho Jae, meski masih menganggur. Karena terpaksa, akhirnya Ho Jae mulai belajar bertanggung jawab dan mengerjakan pekerjaan apa saja demi menghidupi Soo Ji. Lama lama dia dikenal sebagai bintang iklan yang laris dan berhasil membuktikan keberhasilannya kepada kedua orang tua Soo Ji. Akhirnya mereka pun menikah dengan direstui kedua orang tua.