Jewel in The Palace
Tuesday, March 28th, 2006Drama Korea sepanjang 47 episode ini, adalah kisah sejati yang bercerita tentang wanita karir pertama di Korea pada masa kerajaan. Jang Geum kecil adalah seorang putri dayang masak istana kerajaan dengan seorang pengawal kerajaan. Masa kecilnya dilalui dengan pahit karena dia harus menyaksikan ayah dan ibunya difitnah dan dibunuh karena intrik yang terjadi di dalam istana.
Keinginannya yang kuat untuk menjadi dayang masak istana mengantarkannya ke masuk ke dalam istana dan tinggal bersama orang tua angkatnya. Pendidikan menjadi dayang masak dilaluinya dengan kesungguhan sehingga menjadi kesayangan seorang dayang senior, Dayang Han. Ia juga secara diam2 menjalin kasih dengan seorang pengawal kerajaan, Minh Bun Ho. Ternyata kehidupan di dalam istana tak seindah yang dibayangkan. Terjadi persaingan untuk memperebutkan jabatan Dayang Masak Utama antara Dayang Han dan Dayang Choi. Namun persaingan tersebut penuh intrik yang kejam, sehingga membuat Dayang Han difitnah telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap raja yang mengakibatkan dirinya dan Jang Geum harus diasingkan ke pulau Je Jeu. Tak lama kemudian Dayang Han pun meninggal di perjalanan.
Selama di pulau Je jeu, Jang Geum mempelajari ilmu pengobatan sehingga berhasil memberantas wabah penyakit di daerah tersebut. Dia pun kembali ke istana sebagai perawat istana dan menjadi kesayangan keluarga raja kerena berhasil menyelamatkan raja dari penyakit yang mematikan. Ia pun berhasil membuktikan kejahatan Dayang Choi dan kelompoknya sehingga mereka diusir keluar istana. Karena keahliannya yang melebihi keahlian para tabib, tak lama ia dicalonkan sebagai Tabib Utama Istana. Namun hal itu mendapat tentangan yang luar biasa dari ibu suri, para tabib maupun masyarakat lainnya hanya karena dirinya seorang wanita. Akibat tekanan ibu suri, Jang Geum akhirnya hanya dicalonkan menjadi selir raja, yang diam-diam juga mencintainya. Namun Minh Bun Ho meminta Raja untuk membatalkannya, demi semangat dan kecintaan Jang Geum di bidang pengobatan yang tak boleh dipadamkan. Ia pun bersedia menyerahkan nyawanya untuk hal tersebut. Raja yang bijaksana akhirnya meluluskan permintaan Minh Bun Ho, tetap mengangkat Jang Geum sebagai Tabib Utama. Sebagai gantinya, ia mengusir Minh Bun Ho keluar dari istana.
Bertahun-tahun kemudian, raja harus menyerah karena penyakitnya bertambah parah. Jang Geum bertekad merawatnya sampai titik darah penghabisan. Namun raja malah memerintahkan pengawal rahasia nya untuk menculik Jang Geum dan meyerahkannya kembali kepada Minh Bun Ho di pengasingan. Ia berpesan agar Minh Bun Ho menjaganya karena ia tak akan bisa lagi menjaga Jang Geum dari orang2 yang akan menyakitinya di istana. Tak lama terdengar kabar bahwa raja telah meninggal dunia. Jang Geum dan Minh Bun Ho pun memulai hidupnya di luar istana, memberikan pengobatan yang diperlukan untuk rakyat kecil, walau permaisuri masih mengharapkan Jang Geum kembali.
