Archive for October, 2005

Eyang telah pergi…..

Thursday, October 20th, 2005

Setelah 1,5 bulan bolak balik ke RS jantung Harapan Kita, akhirnya ibu mertuaku pergi juga.  Rasanya gak percaya secepat itu beliau pergi meninggalkan kami, anak-anak dan cucu2nya. Karena memang, sejak aku menikah ibu terbiasa dirawat di rumah sakit, paling tidak setahun sekali. Tapi paling hanya 2 minggu lalu baik kembali. Memang, sudah sejak lama ibu mengidap penyakit jantung yang mengharuskannya disiplin meminum obat setiap hari. Tak dinyana, akhirnya ibu menyerah juga pada komplikasi jantung dan parunya.

Aku jadi teringat sosok ibu yang selama ini memang tinggal bersama kami.  Suamiku adalah anak bungsu laki2 satu2nya dari 4 bersaudara. Karena rasa sayang yang berlebihan terhadap suamiku, ibu lebih memilih tinggal bersama kami dibandingkan dengan anak2 perempuannya yang lain. Banyak suka duka yang aku alami selama 6 tahun tinggal bersama mertua. Karena tinggal dalam satu rumah, dimana jaman, pendidikan dan budaya yang berbeda dengan beliau, tak jarang menimbulkan riak2 kecil dalam kehidupan kami. Terlebih ibu mertua adalah seorang ibu yang sangat perfeksionis, yang terbukti dengan kemampuannya mendidik anak2nya hingga semuanya masuk PTN ternama. Namun ibu adalah seorang yang baik hati, tak jarang beliau dengan enteng menyumbangkan sejumlah besar uangnya kepada saudara2 dekat yang memerlukan. Padahal untuk keperluan diri sendiri saja, kadang mikir sampai berulang kali.  Keberadaan ibu selain mempersatukan keluarga kami, juga menjadikan kami dituakan oleh saudara2 yang berada di jakarta. Kalo tiba lebaran, rumah kami pasti dikunjungi oleh saudara2 yang hendak sowan dengan ibu. Ibu juga sangat rajin menjahit, kalau ada bahan lebih, pasti tangan beliau tak tahan untuk membuatkan baju untuk anak2ku. Duh ibu….

Setelah ibu tak ada, terasa ada kekosongan di rumah kami. Ibu yang biasanya agak rewel dalam hal makanan, sekarang  kerewelan itu justru ngangenin. Tak ada lagi yang suka bercerita mengenai saudara2 maupun orang lain. Tak ada lagi yang bercerita tentang Bila yang pintar menyanyikan lagu bahasa inggris. Tak ada lagi yang membuatkan anak2 baju dengan jahitan tangannya. Ibu,  Eyang, selamat jalan. Semoga ibu mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Ampunkanlah kami, anakmu yang selama ini kurang berbakti dan selalu mengeluh terhadapmu…. Rasanya menyesal aku tidak pernah mengatakan bahwa sebenarnya aku sangat menyayangimu bu….

139_3935_2

Lebaran terakhir bersama Eyang, 2004

Our 6th anniversary

Tuesday, October 11th, 2005

aku ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kayu yang dimakan api
yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti awan yang dimakan hujan
yang menjadikannya tiada

9-10-05

thanks to Allah swt who give me such a great husband and children
love you pap…. love you kids…..

mama dian

Sunshine of Love

Wednesday, October 5th, 2005

Jun Woo adalah seorang gadis yang sudah terbiasa menderita sejak kecil. Ayah yang sangat dicintainya mati terbunuh ketika ia berumur 11 tahun. Tak lama kemudian ibunya menikah lagi dengan seorang pengangguran dan memberinya seorang adik kecil, sebelum ibunya menyusul sang ayah.  Hidup yang amat keras, menjadikan dirinya gadis yang mandiri, keras hati, tak pernah tersenyum dan selalu menilai buruk orang lain. Disisinya, ada seorang sahabat yang selalu melindungi dan mencintainya sejak kecil, Kim Ho, seorang polisi.

Hidupnya mulai berubah sejak ia berkenalan dengan seorang laki2, Sei Bok. Ia adalah anak seorang konglomerat di Korea dan sangat membenci ayah kandungnya sendiri.  Dimasa kecil ia menjadi saksi atas pembunuhan yang dilakukan ayahnya, hingga membuatnya selalu melarikan diri. Cinta yang tumbuh diantara mereka, membuat Jun Woo berubah menjadi lebih feminin. Di umur 26 tahun, baru kali ini dia mengenal adanya cinta. Tak dipedulikannya Kim Ho yang juga amat sangat mencintainya, ia hanya menganggapnya tak lebih dari seorang sahabat.

Segalanya berubah ketika ia mengetahui bahwa pembunuh ayahnya 15 tahun yang lalu tak lain adalah ayah kekasihnya.  Jun Woo sangat terpukul dan langsung memutuskan tali kasihnya. Kim Ho yang masih mencintainya pun tak melepaskan  kesempatan ini, dia mengajaknya menikah. Walaupun masih mencintai Sei Bok, tapi demi melupakan kekasihnya Jun Woo pun menerima lamarannya. Namun keberadaan Sei Bok di antara mereka membuat Kim Ho sangat cemburu hingga merusak hubungan. Akhirnya Kim Ho pun memutuskan untuk mundur dan pergi meninggalkan kota itu.

Ketamakan dan iri hati seorang kakak angkat Sei Bok yang bertahun2 mengabdikan diri pada ayahnya, mendorongnya untuk melakukan kejahatan. Ia meracuni sang ayah  karena akan mewariskan seluruh hartanya kepada Jun Woo sebagai penyesalan atas dosanya di masa lalu. Ia pun berencana membunuh Jun Woo dengan mengajaknya pergi ke suatu tempat. Disitulah kakak angkatnya memberitahu Jun Woo bahwa sebenarnya dialah orang yang membunuh ayahnya. Kim Ho yang mendengar informasi tersebut berusaha mengejar dan menyelamatkan nyawa Jun woo yang sudah diujung tanduk. Akibat pengorbanannya, Kim Ho malah tertusuk dan tak sadarkan diri. Kejadian itu membuat Jun Woo tersadar, bahwa ternyata jauh di dasar hatinya dia sangat mencintai Kim Ho. Seperti janji mereka semasa kecil, Jun Woo dan Kim Ho adalah satu……