Archive for September, 2005

Nonton Extravaganza

Thursday, September 22nd, 2005

Dapet tiket gratisan Extravaganza dari temen kerja di TransTV yipiiiiii…..duh senengnya…. Janjian sama hubby di berangkat dari kantor, soalnya kalo dari rumah, walo acaranya jam 9-an malem, dijamin batal deh. Biasaaaa,  jatahnya kelonan ama anak2 he..he.. Sampe sana, ya ampyuuun, rame banget deh, serasa ngantri tiket di bioskop, banyak abgnya lage.. Untung gak lama ketemu temen kantor juga, lumayan buat ngobrol2.

Setelah agak lama nungguin, akhirnya jam 9.30 baru deh pintunya dibuka. Tapii, ternyata gak seoke yang dibayangkan deh. Panggungnya ada 6 sketsa, 3 di kiri dan 3 di kanan, masih2 saling berhadapan. Jadiiii, kita sebagai penonton malah gak bisa liat langsung ke panggung. Emang sih ada layar gede 2 biji, cuma sama aja nonton di TV…:-( Walo artis2nya sempet juga dikenal2in pas baru mulai acara, Tora, Aming, Yuni Shara, Tike, Ronald, dll. Yang lucu, malah kita penonton2nya disuruh berakting tepuk tangan, ketawa, berdiri, dsb buat dimasukin ke dalam editingnya. Tapi senengnya, lawakannya lucu banget, apalagi si Aming, tu orang bisa banget deh, gokil…

Mmm, baru tau juga cara kerja TV2. Itu acara kan malem yah, tapi kru yang kerja ada sekitar 30 orang lebih, belum termasuk artisnya. Malahan Dirutnya ikutan ada disitu juga loh, bener2 kerja keras yah. Udah gitu, begitu kita pulang jam 12, di ruangan lain orang2 baru pada kerja buat setting tempat itu buat acara lagi. Duh..duh… bener2 24 hours work deh….

Sassy Girl - Chun Yang

Friday, September 16th, 2005

Su ChunYang hanya bertemu Lee MonRyong 10 hari sebelum akhirnya mereka memutuskan "kawin kontrak" ketika mereka masih SMA. Lee MonRyong yang sebelumnya mencintai Chae Rim, akhirnya memutuskan menikahi Chunyang setelah gadis itu menolaknya dan hanya menganggapnya sebagai adik. Sedangkan ada seorang lelaki yang umurnya jauh lebih tua, yang dipanggil ‘paman’ oleh Chunyang, sangat terobsesi untuk memiliki gadis ini. Dia adalah Direktur Bi Yun,  pemilik perusahaan Dodo Entertainment.

Waktu pun berjalan, Chae Rim mulai menyadari bahwa ternyata dia juga mencintai Mon Ryong  dan berusaha merebut kembali. Akhirnya ketika Mon Ryong kuliah, mereka pun terpisahkan dan kehilangan kontak. Chun Yang, yang gagal masuk universitas akhirnya membuat perhiasan dan menjualnya secara kecil2an, dengan modal pinjaman dari Direktur Biyun.  Tak dinyana, suatu hari Mon Ryong kembali menemukan ChunYang, dan mereka pun bersatu kembali. Hal ini membuat marah Direktur Biyun hingga ia membuat jebakan yang mengakibatkan Mon Ryong dipenjara dan ayahnya dipecat dari pekerjaan sebagai polisi.  Direktur Bi Yun memberitahu Chun Yang bahwa ia yang merencanakan semua ini, dan meminta Chun Yang menerima cintanya. Kalau tidak, ia akan tetap membuat Mon Ryong terlibat masalah lagi.  Demi cintanya pada Mon Ryong, Chun Yang pun meninggalkan Mon RYong dan bertunangan dengan Direktur Bi Yun.

Setelah bertunangan, Chun Yang pun menghilang tanpa jejak. Tidak seorang pun tahu kemana dia pergi, juga Direktur Bi Yun. Teman2nya berpikir ia masih bersama Direktur Bi Yun dan tinggal di Jepang, padahal tidak. Sedangkan Mon Ryong masih menunggunya, meski  8 tahun telah berlalu. Ketika sahabat karibnya menikah, Chun Yang pun datang ke Seoul.  Disitulah baru ketahuan bahwa selama itu dia tidak bersama Direktur Bi Yun, melainkan merintis sebuah perusahaan perhiasan di Busan. Mon Ryong yang sudah menjadi jaksa ternama, tidak mau melepaskannya lagi. Sedangkan Direktur Bi Yun pun masih mengancam tidak akan membiarkan mereka bersama lagi. Tapi akhir yang manis pun menjadi penutup drama yang penuh dengan selingan humor segar ini.

Dinding itu…hiks…..

Tuesday, September 13th, 2005

Berhubung arisan kali ini jatuhnya di rumah kita, maluu dong rumahnya penuh coretan anak2 :-(. Ya udah, panggil tukang buat ngecat dinding dalam rumah dan luar, kecuali kamar2. Abis, asli udah kotor banget, banyak coretan dimana2, cap tangan2 mungil dari lipstik, belum lagi gambarnya Bila yang ditempel seenaknya di dinding. Gak bilang sih ama Bila kalo rumahnya mau di cat, soalnya dia gak bolehin. Jadi pas tukang catnya dateng, anak2 kita ajak pergi dulu seharian keluar. Begitu pulang, taraaa…. Bila langsung ngamuk2, "Mana gambarku, semuanya ilaaaangg. Aku gak mau rumahnya di caaaatttt….!!! Ayo balikin lagii….!!!!" He..he.. sorry nak, nangis- nangis deh. Besoknya tukang cat kembali bekerja dengan santai,  meneruskan sisa dinding yang belum.

Beberapa hari kemudian, di hari Sabtu, seisi rumah pada males2an. Mbak Nem ada kamarnya gak tau ngapain, papa ada didepan TV tidur2an, sedangkan mama, hmmmm ngantuk bener yah. Akhirnya gak kuat menahan kantuk, masuk ke kamar juga…hi..hi.. "Pa, jagain anak2 main di luar, mama mau bobo duluuu…." Begitu bangun tidur, keluar kamar,  AAAAHHHHHHHHH gubrakss pingsaaannn….. "Oh tidaaaakkk, dindingnya udah penuh coretan lagi….hiks….

"BILLAAAAAA…. kenapa dicoret-coret lagi…?????"

"Aku gak suka dindingnya kosong ma, jadi aku gambar lagi.." katanya tanpa rasa bersalah, oh tega nian…hiks…

"Papa gimana sih, kok bisa gak tau kalo anak2 nyoret2 tembok??"

"Sorry ma, papa kan juga tidur…"

"Makanya, kalo mau ngecat rumah biar rapi pas arisan. Nah besoknya arisan, malemnya baru kita cat deh. Soalnya abis itu paling juga dicorat-coret lagi…"

Buat sekedar mengingatkan, ini adalah kejadian kedua yang persis sama setelah rumahnya baru selesai di cat. Hiks, nunggu berapa lama ya sampe anak2 gede dan gak suka corat coret lagi….

Jalan-jalan ke Bandung

Tuesday, September 6th, 2005

151_5192_1152_5222152_5213152_5226Karena mau ada acara lamaran Om Jaja di Bandung, kita sekeluarga akhirnya jadi juga nyobain jalan tol Cipularang yang baru. Berangkat jam 8.30 dari rumah, eh kena macet di tol bekasi, jadi sampe Bandung baru jam 12-an. Makan dulu di rumah makan sunda daerah Geger Kalong, trus lanjut ke Little Farmer, tempat yang emang udah diincer gara2 ada postingannya di milis. Eh ternyata jalannya jauh sekali lho, naik ke arah Lembang melewati perkampungan2 padat di  lereng gunung dengan jalan yang tidak mulus. Kiri kanan jalan tampak rumah2 penduduk menyediakan bibit2 ataupun tanaman2 berbunga yang katanya sih, buat dipasok ke Jakarta. Di Little Farmer sendiri merupakan kebun yang ditata sehingga anak2 bisa belajar bercocok tanam. Pertama2 kita diajak melihat dan memberi makan kelinci. Wow ada berbagai jenis kelinci yang belum pernah dilihat lho, ada yang bulunya belang2, ada yang mukanya seperti kucing angora, ada yang bulunya lebat banget, dll.  Setelah itu kita diajak melihat sapi perah dan tanaman2 lainnya. Disana diajarkan cara bertani wortel, pok cay, strawberry hingga cara memerah susu dari sapi. Wah wah ternyata dari satu sapi bisa dapet 17 liter susu lho sehari!

Balik dari sana, kita lanjut ke CiWalk di Jl Cihampelas. Wow, ternyata keren banget, kayak di luar negri aja. Bangunannya modern, bersih dengan cafe dikiri kanan open walking area  dan pepohonan yang rindang. Di tengah2nya terdapat plaza terbuka yang luas tempat orang berkumpul. Kebetulan waktu itu malam minggu, jadi ada panggung pertunjukan yang menyajikan cheerleaders, permainan drum yang keren ditambah pemain biola cewenya yang masih muda, cantik dan seksi abis. Gak terasa kita nongkrong disana sampai jam 9 malem, baru abis itu ke hotel deh. Hmm baru kali ini dugem bareng anak2, di Bandung pulak…. :-)

152_5228152_5230152_5231152_5236