Membatik di Museum Tekstil

December 30th, 2007 by diansigit

Img_1989Liburan sekolah bisa diisi dengan kegiatan yang menyenangkan namun berguna. Salah satunya adalah belajar membatik di Museum Tekstil yang terletak di Jl KS Tubun, tepat di belakang Pasar Tanah Abang. Bangunan peninggalan jaman Belanda ini terletak diatas tanah yang luas dan terdiri dari beberapa gedung. Museumnya sendiri terlihat kurang terawat dengan koleksi sangat sedikit. Namun yang mengesankan adalah motif ubin tegel kuno yang ramai dan berbeda untuk setiap ruang.

Di bagian belakang museum terdapat sebuah pendopo tempat belajar membatik. Mulai dari Rp 30000 anak2 maupun dewasa dapat membuat batik sendiri dari sehelai sapu tangan hingga selembarkain. Pertama-tama kain katun disketsa terlebih dahulu dengan menggunakan pensil sesuai dengan gambar yang kita inginkan. Setelah itu instruktur akan mengajarkan caranya melukis menggunakan canting dan lilin yang dipanaskan mengikuti pola yang sudah ada di kedua sisi kain. Lalu kain diberi bingkai dengan cara menggoreskan kuas berisi lilin panas di setiap sisinya. Tak lama pinggir kain di remas2 agar memberikan kesan ‘lecek’ di bingkainya. Untuk proses pewarnaan menggunakan pewarna dan penguat warna kimia dimana kain dicelupkan beberapa kali secara bergantian sesuai warna yang diinginkan. Setelah warnanya terang, kain dimasukkan ke dalam air mendidih untuk menghilangkan lilinnya dan dijemur.  Jadilah sapu tangan batik bikinan sediri! Anak2 sangat menikmati acara ini loh. Img_1972Img_1979_1Img_1985_4

Pusat Primata Schmutzer

December 30th, 2007 by diansigit

Di dalam Kebun Binatang Ragunan terdapat Pusat Primata Schmutzer yang baru diresmikan tahun 2002.Meliputi area 1,7 hektar terletak bagian belakang ragunan dan dibangun berdasarkan standar internasional. Berbeda dengan keadaraan ragunan sendiri yang cenderung kotor oleh sampah makanan, tempat ini sangat bersih dan asri. Didirikan berkat sumbangan dari Ibu Puck Schmutzer yang sangat mencintai primata , berwarganegara Belanda namun lahir di Wonorejo tahun 1929 dan meninggal di Jakarta tahun 1998 . Mungkin beliau ini dulunya adalah anak seorang Tuan Tanah di jaman penjajahan Belanda.

Dengan biaya masuk hanya 5 ribu rupiah, kita bisa menjelajah mulai dari menaiki canopy bridge tempat melihat gorilla yang bergerak bebas diareanya. Lalu menjelajahi hutan yang dikelilingi oleh kandang2 primata berbagai jenis. Di area simpanse terdapat danau dengan jembatan gantung dan air terjun. Terowongan yang sangat luas dan gelap melingkari area Orang Utan. Didalamnya kita seperti berada di dalam terowongan hantu! Ada tempat outbound untuk anak2 dan dewasa berupa jembatan gantung antara  pohon setinggi 2 hingga 10 meter. Juga tali2 untuk anak2 bergelantungan di bawah rindangnya pohon. Di bagian paling belakang terdapat danau yangluas dimana kita bisa menaiki perahu mengelilinginya ataupun hanya menikmati pemandangannya yang indah.Img_1921Img_1935 Img_1956_1

Ke Bogor

December 30th, 2007 by diansigit

Liburan natal kali ini kita pergi ke Bogor. Tujuan utamanya adalahTajur, surganya belanja tas.Ternyata dikiri kanan jalan memang banyak sekali toko2 yang berjualan tas yang ternyata sekarang diimpor dari Hongkong, bukan lagi dari pengrajin UKM. Kecuali satu toko merk Elizabeth yang sudah terkenal sebagai produk lokal yang modelnya pun lebih mengena di hati.

Setelah berhasil memboyong tas impian, akhirnya kita pergi mencari makan ke restoran favorite kami Ponyo disepanjang jalan ke arah Depok. Restoran yang sangat asri berupa saung2 diatas kolam ikan dengan air terjun yang menimbulkan suara gemuruh hujan sepanjang hari.Untuk anak2 pun tersedia tempat bermain berupa perosotan dan ayunan dipayungi oleh pepohonan yang rindang. Sungguh sebuah restoran yang memanjakan mata, telinga, hati dan juga perut.Img_1890Img_1891Img_1886

Jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta

December 1st, 2007 by diansigit

Suatu siang di hari Minggu, kami sekeluarga jalan-jalan ke KotaTua yang sedang dalam proses renovasi. Parkir mobil di pinggir sungai, lalu jalan ke dalam kompleks Musium Fatahillah. Sepanjang sungai, trotoar lebar yang nyaman tertata rapi dirindangi pohon-pohon dan sesekali terlihat bangku untuk tempat duduk-duduk. Begitu memasuki kompleks terlihat beberapa pekerja sedang memasang batu2 granit sebagi pengganti aspal dan juga merenovasi beberapa gedung yang terdapat di dalamnya. Kanan kiri terlihat banyak sekali gedung tua yang bentuknya indah namun sayangnya belum tersentuh renovasi. Bahkan ada satu gedung yang sudah ditumbuhi pohon besar sekali di dalamnya hinggamenembus atap.

Tak lama kami memasuki Museun Wayang di  dalam sebuah gedung tua peninggalan jaman Belanda. Di dalamnya terdapat koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan boneka-boneka dari luar negri. Juga terdapat workshop pembuatan wayang kulit dari Jawa Tengah dan wayang golek dari Jawa Barat. Jam 10.00 kami juga menonton pertunjukan wayang kulit lengkap dengan gamelan dan sinden pengiringnya. Tapi sayang, karena keterbatasan waktu kami tidak  menontonnya sampai selesai meskipun Bila sangat menikmati pertunjukan tersebut.Img_1837Img_1847Img_1845 Img_1829_1Img_1830_1Img_1822_1   

Ultah Anak2

March 21st, 2007 by diansigit

Bulan Maret adalah bulan ulang tahunnya anak2. Tahun ini Bila menginjak 6 tahun dan Faras 4 tahun. Seperti biasa, pestanya dirayakan bersama di sekolah dengan mengundang seluruh teman.  Kali ini daku bereksperimen menghias brownies kukus dengan boneka barbie, hasil kursus di NCC hi hi…

Selamat ulang tahun ya anak2ku tercinta, semoga tambah dewasa dan berkurang ngambek2nya :-).

Img_0867Img_0870Img_0866

Rapih-Rapih

March 13th, 2007 by diansigit

Img_0843_1Sabtu kemaren, tumben rajinnya kumat hi hi.. Biasa deh, kalau pagi hari diawali dengan banyak gerak maka sampe sore badan ini gak mau berhenti bergerak. Sebaliknya, kalau pagi2 cuma diisi dengan tidur2an aja, yah sampe malem juga cuma pindah dari satu kamar ke kamar lain atau di depan TV ;-).

Img_0845Nah kemaren tuh emang udah diniatin mau coba resep brownis keju kukus dari sedap sekejap. Maklumlah dulu pernah juga nyoba brownis keju yang dioven tapi gagal total alias bantet. Entah kenapa emang gak pernah cocok ama yang namanya cake di oven. Makanya sekarang nyoba yang dikukus secara eke udah expert gitu loh. Dan so pasti ada asisten andalan yaitu mba Nem dan Bila :-). Setelah semuanya selesai ternyata beneran sukses gak bantet lohhh… ahh senengnyaa… ! Dan alhamdulillah anak2 pun suka :-)

Habis itu rapih2 kamar anak2. Gara2 Faras sering banget batuk, dokter menyarankan untuk bersih2 kamar agar debunya hilang. Gorden pun terpaksa jadi korban di singkirkan jauh2 karena so pasti mengandung banyak debu. Kasur dan bantal dijemur di teras, lantai di sapu dan di pel hingga ke bawah kasur. Sofa di kamar dikeluarkan dan diganti dengan 2 meja belajar hasil utak-utik waktu itu. Wah pokoknya lumayan cape deh. Eh gak taunya anak2 seneng banget dengan lay out baru kamarnya. Tiap hari bawaannya mau berada di kamaaaarr terus. Sampe game dan TV di luar jadi terlupakan sementara . Apalagi sejak meja belajar di taruh didalam, anak2 jadi semangat buat belajar disitu. Mudah2an ya nak, kalian jadi anak yang pintar. Psst…. Bila dah mau SD loohhh…. :-)

Img_0852Img_0848

Jalan jalan ke Jogja

January 23rd, 2007 by diansigit

Liburan akhir tahun 2006, kami sekeluarga pergi ke Jawa Tengah dan Jogja berlibur sekalian mengunjungi saudara2. Berikut tempat2 yang telah kami dikunjungi selama disana:

- Ketep Pass Salatiga

Img_0414Dari Semarang kami menuju arah magelang melewati daerah Soppeng yang indah. Jalan aspal yang mulus berkelak-kelok turun naik melewati pegunungan yang dingin. Di kiri kanan jalan nampak pemandangan yang sungguh indah. Pengunungan, hutan, kebun strawberry dan persawahan tak henti kami jumpai. Setelah berjam2 akhirnya sampailah kami di Ketep Pass. Sebuah tempat diatas bukit dimana kita bisa melihat dengan jelas dua buah gunung yang saling berhadapan, Merapi dan Merbabu. Di dalamnya terdapat Volcano Museum dan Volcano Theatre yang bercerita banyak tentang Gunung Merapi.

- Candi Borobudur

Img_0444_1Dari Ketep Pass kita melanjutkan perjalanan ke Magelang, ke sebuah tempat yang terkenal di dunia yakni Candi Borobudur. Borobudur terletak di area yang sangat luas, di kaki sebuah gunung di Magelang. Dari atas candi kita bisa melihat pemandangan sekitar yang sangat indah. Beberapa turis asing pun nampak sedang memutari candi yang sempat termasuk dalam 7 keajaiban dunia itu. Namun banyaknya pedagang kaki lima yang menawarkan barangnya tak henti2 membuat kenyamanan agak berkurang.

- Kaliurang

Img_0462Di Kaliurang yang merupakan kaki gunung Merapai kami menginap semalam. Disana banyak terdapat penginapan dengan harga sekitar 100rb semalam. Di pagi hari kami berjalan2 menghirup segarnya udara pegunungan. Di jalan kami bertemu dengan kereta2an yang mengantarkan para pengunjung menuju gardu pandang dimana kita bisa melihat dengan jelas gunung Merapi lengkap dengan aliran laharnya. Namun sekitar jam 10 pagi kabut datang dan merapi  pun hilang dari pandangan.

Img_0532- Keraton Jogja

Berbekal 5 ribu rupiah kami naik becak keliling Jogja menuju Keraton. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan joglo maupun rumah. Di tengah2 joglo utama terdapat sekumpulan orang memainkan gamelan dan menyanyikan tembang jawa. Sesekali melintas para abdi dalem berpakaian kebaya maupun beskap di tengah2 turis yang ramai. Saya Img_0573terpaku pada salah satu bangunan yang sangat indah, berhiaskan tiang2 kayu hitam berukir dan bersepuh emas. Agak jauh masuk, kami menemukan perkampungan para abdi dalem dan keluarganya di dalam benteng keraton. Disana kami menemui pengrajin batik dan memperhatikan caranya membatik.

- Taman Sari

Tempat pemandian raja ini sudah di pugar dan dijadikan tempat wisata. Pemandian ini Img_0499_1terdiri dari beberapa kolam berenang yang khusus diperuntukkan bagi raja, selir dan anak2nya. Konon taman sari ini tadinya dikelilingi oleh danau yang sangat luas dimana raja harus melewati lorong bawah tanah ataupun naik perahu jika ingin mencapainya. Namun danau itu mengering sejak gempa besar di Jogja tahun 1812 dan sekarang menjadi perkampungan para abdi dalem.

- Malioboro

Img_0516Sebuah jalan yang sangat memikat  bagi pencinta belanja dan barang2 kerajinan.  Malioboro sekarang tertata lebih cantik, teratur dan bersih dibanding 5 tahun lalu. Pedestrian yang luas diselingi taman dan lampu hias dengan pedagang kaki lima yang berjejer rapi menawarkan aneka barang. Saya mendapatkan sebuat tas cantik seharga 30rb dan lukisan cat minyak berbingkai seharga 40 rb saja.

- Kota Gede

Img_0506Sebuah kota tua yang terkenal sebagai kota penghasil kerajinan perak. Di kiri kanan jalan toko-toko berjejer menawarkan berbagai jenis hiasan perak, dari harga 10rb hingga jutaan. Disana kita juga bisa melihat rumah2 tua peninggalan jaman kerajaan yang sayangnya banyak tak terawat. Andaikan rumah-rumah tersebut dipugar dan dirapikan seperti bentuk aslinya, mungkin kota ini dapat lebih banyak memikat wisatawan.

Nonton Extravaganza (part2)

December 4th, 2006 by diansigit

Img_0287Setelah sebelumnya nonton extravaganza live bareng si papap, kali ini Bila yang paling semangat nonton setelah tau aku dapat tiketnya. Wah wah beberapa hari sebelum hari H gak bosen2nya dia menanyakan hal yang sama, "kapan sih kita nontonnya ma?". Apalagi pas hari H, dari pagi sampai malam dia meminta berangkat saat itu juga. Maklumlah, dia juga penggemar setia extravaganza, apalagi dia mengidolakan Mieke, yang katanya cantik itu ;-).

Jam sembilan malam kita berangkat bareng Om Jaja dan Tante Anis. Sayang banget papap gak bisa ikut karena masih lelah setelah lembur beberapa malam sebelumnya. Sampai sana acara belum dimulai, baru perkenalan dan pengambilan gambar para dancer. Penonton pun dituntun oleh seorang pemandu laki2 yang aduuuhhh cerewetnya minta ampun deh. Mungkin harus gitu kali yah biar penonton gak bosen disela2 pengambilan gambar.

Bila nampak senang karena baru kali ini dia menonton pertunjukan live (gak jauh beda sama mamanya hi hi..). Sekali kali aku menunjuk ke panggung, "lihat kak, itu mieke….itu tora… itu aming…" Bila dengan santainya menjawab, "iya..iya…aku udah tau…". Dia pun tertawa bila ada adegan yang gak ada habis2nya lucu. Disela shooting, aku melihat Tora berdiri tepat di depan kami. Lalu tangan Bila kuangkat keatas dan melambai2 kearahnya. Tak disangka Tora melihat dan membalas lambaian Bila agak lama sambil tersenyum. Seketika Bila senang sekaligus malu, sambil melambai dia menyusupkan mukanya didadaku. Hi hi.. anakku udah bisa tersipu niih… ;-)

Tak terasa waktu beranjak semakin malam, hampir jam 12 malam. Meski shooting belum selesai dikarenakan banyaknya sketsa, satu persatu penonton pun mulai meninggalkan tempat. Maklumlah, besok harus kembali bekerja di kantor. Aku lihat di deretan depan kosong melompong, maka Bila kuajak duduk di depan. Kebetulan aku lihat Aming sedang duduk selonjor bersender di depan. Baru saja kami menjatuhkan badan di kursi, tiba2 Aming berdiri dan berteriak ke arah Bila "HIIIYYYY….HIYYYY HIYYYY HIIYYY HIYYY…" sambil memelototkan mata dan menggoyangkan badan dengan gaya kuntilanaknya yang khas itu(tau kan gayanya Aming hi hi..).  Aku, Bila dan orang2 yg duduk didepan kaget, terpana sekaligus geli pada akhirnya. Ah si Aming iseng banget deh, nakut2in anak kecil hi hi…

Tak lama kami pun pulang, sudah ngantuk. Sampai di rumah bila lansung tertidur nyenyak. Paginya Bila cerita-cerita "Pa, pa, tadi malem aku dadahin Tora dan dia bales. Trus aku ditakut2in sama Aming…". Rupanya hal itu membekas banget dalam ingatannya. Terimakasih Tora dan Aming yang telah memberi kenangan indah buat bidadari kecilku…..

Extravaganza1

Kue ultah ponakan

November 28th, 2006 by diansigit

Dalam rangka ultahnya Fadil, sepupunya anak2, gw bikin kue ultah yg meski belum pro tapi mendingan dibanding percobaan pertama yang acak2an banget kekekkekkks… Maklum deh, otodidak dari ngebrowse dan tanya sana sini aja.

Cakenya sendiri dari brownies kukus yang enak dan gampang buatnya itu loohh ;-)

Img_0315_1 

All About Eve

October 30th, 2006 by diansigit

Sia Mei dan Yin Mei adalah dua wanita yang sangat bertolak belakang. Sia Mei yang baik hati berasal dari keluarga mampu yang hidup dilimpahi kasih sayang oleh ayahnya meski ibunya telah tiada. Sedang Yin Mei dari keluarga miskin dengan ayah pemabok dan penjudi serta ibu yang meninggalkannya sejak kecil. Meski pintar, Yin Mei harus membiayai hidupnya sendiri dengan menjadi hostess di sebuah klub malam. Karena kehidupannya yang keras, ia menjadi seorang wanita yang penuh ambisi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

Mereka bertemu tatkala ayah Sia Mei mengangkat Yin Mei sebagai anak dan membiayai sekolahnya. Namun kehadiran Yin Mei malah membuat Sia Mei  bersedih karena temannya semasa kecil, Yiu Cen malah memilih mencintai gadis itu. Ibu Yiu Cen pun sangat membenci Yin Mei karena ia berharap Sia Mei yang akan menjadi pasangan anaknya. Untuk melipur lara, Sia Mei pergi ke London mengunjungi tantenya. Disana ia malah bertemu dengan Sue Cang yang dengan setia mendengarkan curahan hatinya tentang Yiu Cen.

Waktu berjalan sehingga mereka kuliah di tempat yang sama. Yin Mei selalu iri dan menganggap Sia Mei saingan serta berusaha merebut apa yang dipunyainya dengan cara apapun. Hal itu terus berlanjut hingga mereka bekerja di sebuah TV yang sama. Yin Mei yang pandai mengambil hati menjadi kesayangan seorang seniornya, Liong Chi. Kelicikan pun tak jarang dilakukannya, terutama terhadap Sia Mei demi mendapatkan sebuah posisi penyiar. Bahkan ia tega membuat seniornya mengalami kecelakaan mobil. Namun kebanyakan orang menyukai Sia Mei yang baik hati dan berusaha mengajarinya untuk menjadi lebih baik.

Seiring waktu, Sue Cang pulang dari London dan menjadi direktur di TV tersebut. Meski Sia Mei masih memendam rasa terhadap Yiu Cen, namun diam2 Sue Cang mencintainya dan bersedia menunggunya. Lama2 Sia Mei pun luluh melihat perhatian Sue Cang. Melihat keberuntungan Sia Mei, lagi2 ia iri dan berusaha merebut Sue Cang darinya. Tak segan ia memutuskan tali kasihnya dengan Yiu Cen dan mengejar Sue Cang yang jauh lebih kaya. Yiu Cen pun depresi hingga membuatnya mabok2an dan lepas kendali. Sia Mei yang mempunyai ikatan moral dengan Yiu Cen dan ibunya, berusaha mendampinginya agar ia kuat. Hal itu membuat Sue Cang sedih dan meragukan cinta Sia Mei terhadapnya. Yin Mei pun memanfaatkannya dengan mengejar Sue Cang.

Secara tak sengaja Yiu Cen menemukan bukti kejahatan Yin Mei di sebuah kaset video. Dengan kaset itu ia mengancam agar Yin Mei tak melakukan kejahatan lagi. Demi mendapatkan kaset, Yin Mei berpura2 kembali kepada Yiu Cen. Yiu cen pun menemui Sue Cang dan menjelaskan bahwa Sia Mei hanya mencintainya dan bukan dirinya sehingga membuat hubungan Sia Mei dan Sue Cang baik kembali. Demi cintanya kepada Yin Mei, Yiu Cen menghapus isi kaset itu dan mengajaknya menikah meski ditolak mentah2.

Tatkala mereka sedang bertugas, mantan boss Yin Mei sewaktu bekerja di klub malam dulu berusaha membunuhnya. Yiu Cen berusaha membela Yin Mei namun tragis, ia malah tertabrak  dan nyawanya tak tertolong lagi. Kejadian  itu membuat Yin Mei depresi dan ingin menebus semua kejahatannya. Ia menemui ibu Sue Cang dan memohon ampun.  Ia juga mengirim surat kepada seniornya untuk mengakui semua kejahatannya dan tak lama menenggelamkan dirinya di danau. Berbulan2 kemudian seorang reporter menemukannya di sebuah biara terpencil. Ia tak ingat siapa dirinya semenjak orang menemukannya di danau. Yin Mei kelihatan sangat bahagia dengan mengabdikan dirinya untuk anak2 panti asuhan disana.